Tampilkan postingan dengan label Flash Fiction. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Flash Fiction. Tampilkan semua postingan

Bukan Impian Mereka

Posted by Unknown Maret 23, 2014 0 komentar

“Ra, deg-degan nggak?”
          “Sedikit!” ujarku singkat pada Reyhan. Lalu, kubuang pandangan mengikuti langkah kaki seseorang yang memakai setelan jas berwarna hitam. Mark.

Baca Selengkapnya ....

Kembang Boreh

Posted by Unknown Februari 24, 2014 0 komentar


Ajaibnya kembang boreh selalu jadi primadona Emak dalam hal-hal seperti sekarang ini. Ada saja alasan Emak untuk memaksaku mengikuti kehendak hatinya yang tak pernah bisa kumengerti.

Baca Selengkapnya ....

Pada Suatu Hari

Posted by Unknown Februari 21, 2014 0 komentar
Berkali-kali Wati mengatakan kepadaku, “Mbok ya, kalau jadi orang jangan terlalu masukin ati kalau ada perkataan yang kurang berkenan. Nanti  kamu juga toh yang grundel. Ora nrimo!” Wati terus berjalan di depanku. Mengacuhkan aku  yang terus-terusan manyun. Langkahnya semakin di percepat mendapati seorang lelaki berjalan berlawanan dengannya. Agak mencurigakan. Ditatapnya oleh Wati dengan pandangan menelisik.

Baca Selengkapnya ....

Sepotong Hati yang Rindu

Posted by Unknown Februari 19, 2014 0 komentar




           Selepas mengikuti #KampusFiksi5 di Yogyakarta, ada sebagian dari aku yang hilang. Lari. Terbang.  Menguap bersama hujan yang menghantarkanku kembali ke Semarang. Sepenggal cerita yang terbungkus indah, membekam dan luruh menelusup ke relung  hatiku yang paling dalam. Ya, acara #KampusFiksi5 memang telah berakhir tapi bersamanya ada sesuatu dari aku yang tertinggal di sana. Sepotong hati yang rindu.

Baca Selengkapnya ....

Kado Terakhir Part 2

Posted by Unknown 0 komentar
           
      Tangisan Alendra tak kunjung reda. Tidak bisa berhenti meski sudah ditahan semampunya. Ragi, lebih dari cukup! Ya, melihatnya tengah menari, meliuk, kadang diselingi putaran lincah di atas dua kakinya yang terlihat terpaksa, membuat air mata Alendra tak kunjung menyusut.

Baca Selengkapnya ....

Kado Terakhir

Posted by Unknown 0 komentar
     
    Ragi menyikut Alendra yang berdiri mematung di hadapannya.” Semua ini untukku, Gi?” tanyanya sekali lagi. Kali ini ditambah dengan wajah merahnya. Isyarat setiap kali mengagumi sesuatu.
            “Of courseSpesial for you. Suka nggak?” Ragi memandang Alendra, tepat di matanya. Sejujurnya ia ingin mengatakan bahwa apapun yang terjadi Alendra adalah perempuan yang ingin dimilikinya lebih dari seorang sahabat. Seorang kekasih. Tapi, itu tak akan bisa. 

Baca Selengkapnya ....

Jumlah Tamu

Belajar SEO dan Blog support Online Shop Aksesoris Wanita - Original design by Bamz | Copyright of MANTRA BACA .